TIPOLOGI
Masjid Besar
JAWA TIMUR » KAB. TUBAN » KENDURAN
ID Masjid : 01.3.16.23.01.000030
Luas Tanah : 2.500 m2
Status Tanah : Wakaf
Luas Bangunan : 360 m2
Tahun Berdiri : 1909
Daya Tampung Jamaah : 1.000
No Telp/Faks : 81.233.972.135 / -
Fasilitas : Parkir, Taman, Gudang, Tempat Penitipan Sepatu/Sandal, Ruang Belajar (TPA/Madrasah), Aula Serba Guna, Perlengkapan Pengurusan Jenazah, Perpustakaan, Kantor Sekretariat, Penyejuk Udara/AC, Sound System dan Multimedia, Pembangkit Listrik/Genset, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah
Kegiatan : Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Menyelenggarakan kegiatan sosial ekonomi (koperasi masjid), Menyelenggarakan Pengajian Rutin, Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
Jumlah Pengurus : 27
IMAM KHATIB
12 10
PETA MASJID (+ perbesar layar peta)
MASJID AL-IKHLAS

Pada sekitar tahun 1890 , desa Sidomukti masih dipimpin oleh kepala desa bernama Bpk Kartowijoyo berkeinginan memajukan keagamaan Islam di kecamatan Kenduruan khususnya di desa Sidomukti. Unruk mensukseskan cita-cita tersebut maka bok Kartowijoyo mencari seorang kiyahi untuk diajak bersama-sama memajukan agam Islam di daerahnya. Maka ibarat gayung bersambut, berangkatlah beliau sowan ke seorang kiyahi yang bernama Mbah Baihaqi di Belitung Sarang Rembang, setelah mengutarakan maksud dan tujuannya, ahirnya demi untuk mendukung dan mewujudkan keinginan yang baik tersebut, maka Mbah Baihaqi mengutus putranyan sendiri yang bernama K. Said untuk bersama-sama memajukan agama Islam di wilayah kecamatan Kenduruan.

Kemudian karena desa Sidomukti khususnya dusun karang anyar belum mempunya masjid , maka tanah dari bapak Kartowijoyo tersebut diwakafkan untuk dibuat masjid.

Kemudian dibangunlah masjid dengan nama AL IKHLAS dengan bantuan swadaya masyarakat pada tahun 1909 tersebut. Berjalan hingga tahun 1942, masjid Al Ikhlas melakukan rehab atau perluasan juga dengan swadaya masyarakat mulai dari biaya dan tenaga.

Seiring dengan perkembangan zaman, maka pada tahun 1998, masjid diperluan dan direhab kembali dengan biaya swadaya masyarakat, donatur dan pemerintah daerah.