TIPOLOGI
Masjid Raya
NUSA TENGGARA TIMUR » KOTA KUPANG » OEBOBO
ID Masjid : 01.1.19.21.04.000001
Luas Tanah : 3.419 m2
Status Tanah : Wakaf
Luas Bangunan : 924 m2
Tahun Berdiri : 1962
No Telp/Faks : - / -
Fasilitas : Parkir, Taman, Gudang, Tempat Penitipan Sepatu/Sandal, Ruang Belajar (TPA/Madrasah), Aula Serba Guna, Koperasi, Perpustakaan, Kantor Sekretariat, Sound System dan Multimedia, Pembangkit Listrik/Genset, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah
Kegiatan : Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Menyelenggarakan kegiatan sosial ekonomi (koperasi masjid), Menyelenggarakan Pengajian Rutin, Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
IMAM KHATIB
2 1
MASJID NURUSSAADAH

Pembangunan Masjid Raya Nurussaadah digagas para tokoh umat Islam, antara lain: Sayyid H. Muhammad Alhabsy, HOS Badjideh, H. Saleh Mandaka, H. Manyur Syah arkiang, H. Birando bin Tahir, H. Abdusyukur Ibrshim Dasi, H. Mahyan Amaraja, H. Salim bin Muhammad Djawas dan masih banyak para tokoh umat Muslim yang membangun masjid tersebut.

Pembangunan masjid itu sendiri dimulai pada 1962 dan mendapat dukungan dari Bupati Kupang W.C.H. Oematan yang menghibahkan tanah untuk lokasi masjid seluas 3.419 meter persegi.

Pada awal pelaksanaan pembangunan masjid didahului pembersihan lahan dan pengurukan yang melibatkan umat Kristen, Katolik dan Protestan di kawasan tersebut. Keterlibatan umat lain dalam mengawali pembangunan masjid menjadi saksi bersejarah. Pasalnya, dengan keterbatasan dana dan dukungan berupa tenaga akhirnya masjid tersebut berdiri di tengah kota Kupang.

Pada 1965 silam, pembangunan masjid itu sempat terhenti karena peristiwa G 30 S PKI dan kebijakan pemotongan nilai uang rupiah serta kondisi kesulitan ekonomi  nasional dan daerah pada saat itu. Pembangunan masjid dilanjutkan kembali pada 1973-1974 oleh para tokoh umat Islam.

Setelah peristiwa kerusuhan Kupang, November 1998, dilakukan renovasi dibawah pimpinan yayasan HOS Badjideh dan Saleh abubakar, dengan tim pembangunan antara lain Ir. H. Jamin Habid, H. Moh. Djafar, H. Habib A. Pintar, Idin Baun. Sayang, pada 2001 pembangunan terhenti karena berbagai kendala yang dihadapi yayasan dan tim pembangunan.

Karena itu, pembangunan masjid Nurrrussa'adah dilanjutkan lagi yang ditandai peletakan batu pertama oleh Menteri Agama Suryadharma Ali bersama Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoharsa yang ikut menyumbang sebesar Rp 200 juta atas nama partai. Walikota Kupang Daniel Adoe yang memberikan kemudahan berupa perizinan dan bantuan uang sebesar Rp 50 juta. Berdasarkan rancangan Rancangan Anggaran Biaya (RAB)  kebutuhan untuk keseluruhan item pekerjaan lanjutan sebesar Rp 5,5 miliar.