Profil Masjid
Fasilitas Umum
Sarana Ibadah
Tempat Wudhu
Kamar Mandi/WC
Sound System dan Multimedia
Kantor Sekretariat
Mobil Ambulance
Perlengkapan Pengurusan Jenazah
Taman
Parkir
Internet Akses
Kegiatan
Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
Menyelenggarakan Sholat Jumat
Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam
Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar
Menyelenggarakan Pengajian Rutin
Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf
Unit Pengumpul Zakat (UPZ)
Fasilitas Ramah Anak
Fasilitas Disabilitas
Fasilitas Perpustakaan
Sejarah Masjid
Awal pembangunan Masjid yang berlokasi di jalan poros Provinsi RT. 25 Desa Sungai Meriam Kec. Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara. lhan tersebut merupakan tanah wakaf dari H. Asra dengan luas 2.519 M' . dengan adanya lahan yang telah diwakafan , kemudian beberapa tokoh agama dan masyarakat diantaranya HM. Nurdin, Muhemin, H. Asra dll membentuk kepanitiaan pembangunan masjid yang diberi nama Al Badar, pada tahun 2004 panitia mendapatkan anggaran APBD kutai kartanegara melalui proyek peningkatan sarana fisik masjid al badar. kegiatan ini menjadi awal dimulainya pembangunan masjid Al Badar.
Dalam perkembangan selanjutnya kegiatan pembangunan mengalami stagnan dalam waktu yang cukup lama. doi awal tahun 2021 tepatnya pada hari jum'at tanggal 5 Februari 2021 diadakan rapat musyawarah untuk pembentukan pengurus baru dan pergantian nama masjid Al Badar karena memiliki nama yang sama yaitu masjid yang berlokasi di daerah hulu RT. 15 Desa Sungai Mariam sehingga diganti menjadi Masjid Sirajul Huda.
Terbentunya pengurus baru yang diketuai oleh Muhemin menjadi semangat baru untuk melanjutkan kegiatan pembangunan masjid. Beberapa tokoh yang berasal dari suku banjar yaitu H. Muhammad Hipnie Sarkawie dan H. Sony Rizaldy, beberapa tokoh dari suku bugis H. Mangkana, H. Rustam Kani, H. Hamzah (H. Hame), H. Same dll. Tokoh Agama H. Masdar Amin menjadi cikal bakal kelanjutan pembangunan masjid Sirajul Huda.
Dalam Perkembangan selanjutnya kepengurusan panitia pembangunan masjid di ketua oleh H. Sony Rizaldy dan nama menjadi Masjid Sirajul Huda Al Hifnie.