BANTEN » KOTA SERANG » SERANG
Deskripsi : Masjid Kuno itu terletak di Kampung Kaujon Pasar Sore, Desa Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang Provinsi Baten. Masjid yang berdiri di atas pondasi masif yang tingginya mencapai 60 cm dengan ruang utama masjid berbentuk segi empat dengan ukuran 10 x 10 m, dilapisi dengan tegel berwarna putih.
Penyebutan nama kaujon, diambil dari salah seorang tokoh masyarakat yang ada di daerah tersebut, yakni Ki Uju (sebutan dari masyarakat dan pemerintah kolonial Belanda).
Teka-teki tentang awal mula berdirinya Masjid Kuno Kaujon itu masih menjadi perdebatan. Karena orang tua dari para sesepuh (tokoh masyarakat terdahulu) pun tidak menceritakannya. Tidak ada buku atau catatan yang tertulis mengenai masjid tersebut.
Meski demikian, jika dilihat dari sisi sejarah masa pemerintah kolonial Belanda yang pindah dari Banten Lama ke Serang pada tahun 1830, masjid tersebut diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-17 atau abad ke-18.
Hal itu dibuktikan dengan adanya jembatan yang berada persis di depan masjid itu yang dibangun pada masa pemerintah kolonial Belanda tahun 1875.
"Untuk awal mula berdirinya masjid ini, jangankan saya, orang tua terdahulu pun tidak mengetahuinya," kata salah satu tokoh masyarakat setempat, Nurdin Abadi saat ditemui NEWSmedia, Senin (9/10/2017).
Meski Masjid itu telah direnovasi pada masa pemerintahan kolonial Belanda tahun 1837, saat ini pemerintah dan masyarakat setempat sangat menjaga keaslian dari arsitektur masjid tersebut.
Selain itu, di masjid tersebut ada makam kuno yang dipercaya oleh masyarakat setempat ialah makam sesepuh mereka jaman dahulu yaitu Makam Nyi Ratu Maemunah.
Masjid yang didominasi oleh warna hijau dan kuning ini memiliki corak hiasan nanas dibagian atas mimbar imam yang telah ada sejak masjid ini berdiri, ada nanas yang sudah terkupas dan ada juga nanas yang belum terkupas kulitnya.
Nanas yang belum terkupas kulitnya, menggambarkan manusia yang kotor dan penuh dosa, sementara nanas yang sudah terkupas kulitnya, menggambarkan manusia yang bersih karena telah bertaubat.
Masjid Kuno Kaujon jauh lebih tua dari usia jembatan Kaujon yang dibangun pada tahun 1875. Meski tidak seorang pun mengetahui kapan pendiriannya, masjid ini tergolong kuno karena masuk ke dalam daftar cagar budaya Provinsi Banten, yang keberadaannya dilindungi Undang-undang No. 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

ID Masjid : 01.5.12.07.01.000133
Luas Tanah : 1.000 m2
Status Tanah : Wakaf
Luas Bangunan : 703 m2
Tahun Berdiri : 1936
Daya Tampung Jamaah : 500
No Telp/Faks : - / -
Fasilitas : Parkir, Penyejuk Udara/AC, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah
Kegiatan : Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
Jumlah Pengurus : 20
IMAM KHATIB
2 3
MASJID KUNO KAUJON SERANG
Masjid Kuno Kaujon di Serang dibangun pada masa sesudah Kesultanan Banten mencapai puncaknya. Secara pasti belum bisa diketahui titimangsanya tetapi dapat dipastikan sebelum tahun 1875. Gaya arsitektur bangunan menunjukkan gaya khas masjid kuno di Jawa yaitu berdenah persegi empat, berdiri di atas batur yang ditinggikan dan beratap tumpang. Bentuk dan ragam hias Masjid Kuno Kaujon mengandung makna toleransi antar umat beragama. Bentuk batur dan atap tumpang beserta momolo menunjukkan adanya toleransi antara Islam dengan Hindu-Buddha. Selain itu, toleransi terhadap etnik Cina juga ditunjukkan dalam gaya bangunan. Kaki atap pada keempat sudutnya merupakan adanya unsur arsitektur Cina yang diterapkan pada bangunan masjid. Ajaran moral juga diekspresikan dalam hiasan buah nanas yang ditempatkan pada dinding di kanan kiri mihrab. Berdasarkan berbagai makna simbolis tersebut terkandung makna bahwa masyarakat pada waktu saling toleransi.