Dalam sejarah peradaban kebudayaan Islam Indonesia, Sidayu merupakan kota tua
yang pernah jaya, berada di pesisir pantai utara laut jawa yang dahulu kala di zaman
penjajahan kolonial Belanda kota tersebut sebagai kota Kadipaten yang pada saat itu
mempunyai koneksitas kewilayahan secara langsung di bawah kekuasaan Raja Mataram
Prabu Amangkurat I dengan adipati pertama bernama Raden Kromo Widjodjo. Tidak jdari
kota ini, sekitar 25 km ke arah selatan terdapat batu nisan Fatimah binti Maimun (1082 M)
yang telah menyebarkan ajaran Islam di pesisir utara laut jawa tersebut. Mulai tahun 1675,
Kadipaten Sidayu dipimpin oleh sedikitnya sepuluh adipati, antara lain: Raden Kromo
Widjojo, Adipati Probolinggo, Raden Kanjeng Soewargo, Raden Kanjeng Sido Ngawen,
Raden Kanjeng Sido Banteng, Kanjeng Kudus, Kanjeng Djoko, Kanjeng Sepuh, Kanjeng
Pangeran dan Raden Badrun.
Perkembangan Kadipaten sidayu semakin jaya dan mencatat nama harum ketika
kadipaten tersebut dipimpin oleh seorang adipati yang bernama Raden Adipati
Soeryoadiningrat yang dikenal dengan Kanjeng Sepuh Sidayu sebagai adipati ke 8 (1817-
1855) adalah adipati yang paling populer dalam tahta kepemimpinan kadipaten Sidayu
berhasil mengembangkan peradaban Islam dengan membangun sebuah masjid yang
dikenal sebagai Masjid Kanjeng Sepuh Sidayu yang sampai saat ini bangunan tersebut
menjadi ikon bersejarah dengan pilar-pilar kayu, dinding bagian bawah terdapat porselein
bergambar bunga mawar. Porselien berukuran kurang lebih 15 x15 cm ini juga ‘melilit’ di
NO BULAN KEGIATAN WAKTU
1 Muharram Peringatan tahun baru hijriyah 01 Muharram
2 Rabi’ul Awwal Peringatan maulid nabi 12 Rabi’ul Awwal
3 Rajab
Peringatan Haul Kanjeng Sepuh Sidayu 27 Rajab
Peringatan Isra’ mi’raj 27 Rajab
Kegiatan khitanan masal 27 Rajab
4 Sya’ban Peringatan malam nisfu Sya’ban 15 Sya’ban
5 Ramadlan
Pengajian bulan Ramadlan 1 s.d 29 Ramadlan
Peringatan Nuzulul Qur’an 24 Ramadlan
Pembagian zakat fitrah 29/30 Ramadlan
6 Dzulhijjah Penyembelihan hewan qurban 10 Dzul hijjah
tiang dalam masjid masih eksis keberadaannya. Sentuhan artistik juga terdapat di mimbar
masjid dan dibagian belakang masjid terdapat makam Kanjeng Sepuh beserta keluarga
yang masih terawat dengan baik dan bersih.
Sidayu merupakan kota tua, jejak sejarah Kabupaten Gresik tampak jelas sebagai
bekas Kadipaten Sidayu yang kini menjadi Kecamatan Sidayu. Berbagai peninggalan
masih membekas sebagai ikon sebuah kadipaten di zaman penjajahan kolonial Belanda
hingga sekarang antara lain: kawedanan, Pasar, Pintu gerbang dan pendapa keraton, Masjid
Kanjeng Sepuh dan alun-alun, telaga rambit, Prasasti beraksara arab, latin, jawa berbahasa
melayu, jawa dan belanda yang terletak di sebelah utara makam Kanjeng Sepuh yang
berlanggam Eropa dan sumur dahar sebagai sumber mata air masyarakat Sidayu.1 Pola
tata kota yang masih dapat dilihat dari sisa-sisa bangunan yang ada menunjukkan bahwa
pola tata kota Sidayu merupakan pola tata kota kuno masa Islam. Tata kota Islam lama di
Indonesia dapat dikenali dari susunan pusat kotanya, dimana di tengah kota adalah alun-alun
yang dikelilingi bangunan utama, di sebelah selatan alun-alun terdiri dari banunan keraton,
di sebelah barat alun-alun adalah bangunan masjid, di sebelah timur alun-alun terdapat
pasar.
Keberadaan masjid yang berdekatan dengan alun-alun sebagai identitas kota
Islam lama merupakan hal yang sangat penting dimana fungsi dari alun-alun itu sendiri
adalah sebagai tempat berinteraksinya penguasa dengan rakyatnya dan masjid digunakan
sebagai sarana untuk melakukan ibadah ketika kegiatan yang ada di alun alun selesai
dilaksanakan. Walaupun saat ini alun-alun Sidayu telah mengalami pergeseran fungsi
tetapi pada masa kinipun keberadaan alun-alun Sidayu masih dimanfaatkan sebagai
tempat masyarakat Sidayu untuk berinteraksi satu dengan lainnya dan untuk mengadakan
berbagai aktivitas kemasyarakatan. Kecamatan Sidayu hingga saat ini memiliki
bangunan-bangunan tua yang cukup megah. Itu merupakan pertanda bahwa Sedayu atau
yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Kecamatan Sidayu dahulu merupakan kota tua
yang pernah jaya. Dinamika pejalanan sejarah Sidayu tersebut dapat diketahui dengan
menelusuri berbagai sumber sejarah, baik dalam bentuk kebendaan, berita asing maupun
keterangan-keterangan yang didapatkan dari tradisi lisan. Bahkan nama Sidayu pernah
disebutkan oleh Tome Pires dalam Suma Oriental, bahwa Sidayu