Profil Masjid
Fasilitas Umum
Sarana Ibadah
Tempat Wudhu
Kamar Mandi/WC
Pembangkit Listrik/Genset
Sound System dan Multimedia
Penyejuk Udara/AC
Ruang Belajar (TPA/Madrasah)
Parkir
Kegiatan
Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
Menyelenggarakan Sholat Jumat
Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam
Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar
Menyelenggarakan Pengajian Rutin
Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf
Fasilitas Ramah Anak
Fasilitas Disabilitas
Fasilitas Perpustakaan
Sejarah Masjid
Masjid Nurul Yaqin berawal sejak zaman penjajahan Belanda tahun 1890. Konon kabarnya pada tahun tersebut 3 keluarga besar yang berasal dari suku Chaniago, Koto dan Piliang bersama-sama mendirikan sebuah dangau di area dekat rumpun bambu dan pohon kelapa di daerah Belanti. Dangau berukuran 3x4 m2 tersebut dimanfaatkan terutama sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat magrib serta berkumpul serta bermusyawarah membicarakan permasalahan antar keluarga yang berasala dari ketiga suku tersebut.
Pada tahun 1927 Dangau ini diperluas ukurannya menjadi 8x6 m2 dan mulai berfungsi sebagai surau. Pada 1953 untuk pertama kalinya Surau Belanti mengadakan khatam Quran, Pada saat itu yang menjadi guru adalah Al ustadz Son Sang. Pada tahun 1962 dimulailah pembangunan permanen Surau Belanti menjadi Masjid Nurul Yaqin dengan menggunakan dana swadaya dari masyarakat dibawah bimbingan Syech Khatib Yusuf. Dimulailah kegiatan-kegiatan rutindan terstruktur seperti kegiatan membaca Al-Quran, pegajian, wirid, belajar bela diri, Khatam Al-Qur'an termasuk lomba-lomba keagamaan bagi anak-anak dan remaja.Syech juga menentukan kapan awal ramadhan dan syawal bagi warga Belanti dan sekitarnya.
Pada tahun 1962 hingga tahun 2001 kepengurusan dan bimbingan di Mesjid Nurul Yaqin dikelola secara bergiliran oleh para guru mengaji yang merupakan murid-murid Khatib Yusuf, yaitu:
1. H. Nurusin 5. H. Bachruddin Yusuf
2. H. Madjid 6. H. Sofyan
3. H. Ami 7. H. Iskandar
4. H. Syafi'i
Sejak tahun 2001 kepengurusan pengelolaan masjid Nurul Yaqin tidak lagi dilaksanakan oleh murid-murid Syech Khatib yusuf tetapi dikelola secara demokratis oleh warga masyarakat sekitar. Pada masa itu warga masyarakat menunjuk Bapak Azhar Basri sebagai pengurus Mesjid Nurul Yaqin dan saat ini kepengurusan berada pada H. Purnomo,H. Maskur dan H. Khaidir