Di tahun 1980-an, di lingkungan Rokal Barat RW 011, terdapat sebuah tanah waqaf yang dimiliki oleh salah satu warga setempat. Tanah ini kemudian dijadikan sebagai lokasi pembangunan sebuah mushola yang akan menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat. Dengan semangat gotong royong, masyarakat sekitar bergotong royong untuk membangun mushola tersebut. Dana pembangunan pun dikumpulkan dari swadaya masyarakat dan sumbangan dari warga sekitar. Mushola yang dibangun memiliki luas tanah sekitar 210 m² dan luas bangunan sekitar 200 m². Selama bertahun-tahun, mushola ini menjadi tempat ibadah yang sangat penting bagi masyarakat sekitar. Namun, seiring perkembangan zaman dan pertumbuhan penduduk, mushola tersebut mulai dirasa kurang memadai untuk menampung jumlah jamaah yang semakin banyak, terutama pada saat-saat penting seperti sholat Jumat dan sholat Id. Pada saat yang sama, PJKA membangun tembok pembatas di pinggir rel kereta api yang berbatasan dengan lingkungan Rokal Barat. Hal ini memicu masyarakat untuk memutuskan untuk meningkatkan status mushola menjadi masjid. Dengan demikian, pada tahun 2022, mushola yang telah berdiri selama beberapa dekade tersebut akhirnya bertransformasi menjadi Masjid Al-Hidayatuddiniyah. Perubahan ini memungkinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman dan khidmat, terutama pada saat-saat penting seperti sholat Jumat dan sholat Id. Masjid Al-Hidayatuddiniyah kini menjadi simbol kekuatan dan kesatuan masyarakat Rokal Barat, serta menjadi tempat ibadah yang sangat penting bagi masyarakat sekitar.