Profil Masjid
Fasilitas Umum
Sarana Ibadah
Tempat Wudhu
Kamar Mandi/WC
Sound System dan Multimedia
Penyejuk Udara/AC
Kantor Sekretariat
Tempat Penitipan Sepatu/Sandal
Gudang
Taman
Parkir
Kegiatan
Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
Menyelenggarakan Sholat Jumat
Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam
Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar
Menyelenggarakan Pengajian Rutin
Fasilitas Ramah Anak
Fasilitas Disabilitas
Fasilitas Perpustakaan
Sejarah Masjid
Masjid Al-Jihad sebelumnya berupa bangunan beton berlantai dua dengan atap berkubah kopula tunggal dengan arsitektur kontemporer. Bangunan pertama itu dibangun tahun 1968 diprakarsai oleh Bapak Bupati pada waktu itu yaitu Bapak Setia Samsi dan Dandim 0604 Karawang Bapak Sulaeman. Masjid ini mengalami tiga kali renovasi. renovasi terahir dilakukan pada tahun 2010. Dibangun kembali dalam bentuknya seperti saat ini. dalam foto udara di google maps diatas masih berupa bangunan lama Masjid Al-Jihad.
Bentuk bangun geometris mendomonasi rancang bangun masjid Al-Jihad ini. dibangun dengan atap limas bersusun khas Indonesia namun dipadu dengan rangcangan masjid modern menghasilkan perpaduan arsitektural modern dengan sentuhan Indonesia. Bangunan utama masjid Al-Jihad berbentuk bujur sangkar dengan tiga pintu pintu besar di sisi kiri dan kanan bangunan masjid. Tiga pintu sisi belakang terhubung langsung dengan bangunan tambahan. Bangunan utama dan bangunan tambahan masjid ini memiliki perbedaan arsitektural dengan berusaha dipadukan antara keduanya dengan bangunan seperti menara bercat merah ke empat penjuru bangunan utama dengan ujung atap dibentuk serupa dengan bangunan tambahan. 3 pintu utama di tiga sisi bangunan utama ini dilengkapi dengan beranda dengan bentuk geometris, mirip dengan beranda di masjid At-Tin, di kawasan TMII.Sedangkan bangunan tambahan yang juga dirancang dengan bentuk bentuk geometeris lebih banyak menggunakan bentuk segi empat dalam rancangannya termasuk bentuk 3 pasang pintu di sisi kiri dan kanan nya. Dua pintu utama di sisi timur bangunan tambahan ini dirancang dalam bentuk segi tiga geometeri senada dengan beranda bangunan utama dan keseluruhan bangunan masjid termasuk bentuk geometris yang menjadi ornament di ujung menara. Menggunaan warna merah di masjid ini memang agak jarang dipakai pada kebanyakan bangunan masjid.
Masuk ke dalam masjid ini kita disuguhi dua nuansa berbeda. Di ruang utama lebih kental atmosfir Ke Indonesiaan dengan plafon masjid yang dibiarkan terbuka. Sisi bawah atap langsung ditutup dengan panel kayu menghasilkan suasana sejuk di dalam ruangan ini. keseleruhan ruang dalam masjid Al-Jihad baik di ruang utama maupun di bangunan tambahan sepertinya sengaja di rancang dalam konsep minimalis. Mushaf Al-Qur’an surah Al-Fatihah dilukis dengan indah di dinding sisi kiblat sebelah kanan sedang kan Mushaf Al-qur’an surah An-Nashr dilukis pada dinding sisi kiblat di sebelah kiri. Keseluruhan pintu utama masjid ini dihias dengan lukisan geometris yang sama dengan mihrab. Dan kesemua bagian atas pintu dilengkapi dengan lukisan kaligrafi Allah dan Muhammad.
Tak ada tempat sholat khusus untuk jemaah wanita di masjid ini. jemaah wanita mengambil tempat di di pojok kiri depan bangunan tambahan disekitar salah pintu menuju ruang utama. Namun begitu tempat wudhu untuk pria dan wanita sudah dipisahkan. Tempat wudhu untuk wanita disediakan disebelah kiri pintu timur sedangkan tempat wudhu untuk pria berada di sebelah kanan pintu timur atau tepatnya berada di bawah bangunan menara.Layaknya masjid masjid Indonesia lainnya, masjid Al-Jihad ini juga masih menggunakan beduk yang ditabuh sebelum azan dikumandangkan.