": Jumlah Masjid di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sepertinya mencapai ribuan. Masjid-masjid ini dengan berbagai ukuran, berdiri dengan kokoh dan megah. Akan tetapi, di sepanjang jalan interchange gerbang tol (GT) Karawang Barat, belum ada satupun masjid yang representatif. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan jalan yang paling ramai dilalui kendaraan.
Karena kondisi itu, salah seorang pengusaha asal ibukota, Husen Saleh, punya niat mulia. Yaitu, ingin membangun sarana ibadah yang representatif di sekitaran ruas interchange Karawang Barat.
Dari berbagai lokasi, akhirnya di pilihlah lahan di yang tak jauh dari GT Karawang Barat. Tepatnya, masuk dalam kawasan teritorial Desa Wadas, Kecamatan Teluk Jambe Barat. Luas lahan untuk area masjid ini, mencapai 11.619 meter per segi.
Dari jumlah tersebut, 1.237 meter persegi di antaranya diperuntukan khusus bagi bangunan masjid. Abdurrahman Al-Ghifari (33 tahun), salah seorang Manager DKM Aliyah, Jl Interchange Karawang Barat, mengatakan, Masjid Aliyah ini merupakan central dakwah dikarawang.
Rohman menjelaskan, pemilik lahan ingin membuat sarana ibadah yang nyaman dan aman. Karenanya, selain berdiri megah bangunan masjid, ada juga lahan parkir yang luas, serta tempat makan.
Sehingga, para musafir yang sedang melakukan perjalanan, bisa singgah untuk beribadah. Sekaligus, bisa menikmati hidangan khas Karawang. Dengan begitu, ada dua kegiatan bermanfaat sekaligus yang bisa dilakukan musafir tersebut.
Masjid jami Aliyah ini, diresmikan pada 10 Djulhizah 1433 H atau 26 oktober 2012. Sejak diresmikan, masjid ini tak pernah sepi dari kunjungan jamaah. Terutama, mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh, lalu ingin melaksanakan shalat.
Selain para musafir, warga sekitar juga banyak yang melaksanakan shalat berjamaah di masjid ini. Terutama, saat shalat Maghrib, Isya, dan Shubuh. Dari pantauan kami pantas saja masjid ini jadi per singgahan para kaum musafir. Sebab, dari kejauhan saja bangunan rumah Allah SWT ini sudah sangat berbeda dengan bangunan lainnya. Masjid ini, sangat indah untuk ukuran sebuah daerah.
Warna bangunannya di dominasi warna krem, sangat serasi dengan perpaduan warna putih. Selain itu, halaman masjid ini sangat luas. Di halamannya, ada enam buah payung raksasa senada dengan warna utama masjid tersebut. Payung-payung ini, mengingatkan kita dengan asesoris Masjid Madinah.
Setelah melaksanakan shalat, banyak jamaah yang memanjangkan dzikir mereka. Namun, ada juga yang duduk-duduk atau tiduran untuk melepaskan lelah. “Kondisi itu, tidak kami larang. Selama mereka tetap menjaga kesopanan dan kebersihan di dalam masjid,”
Sementara ustadz Rohman, salah seorang pengurus Masjid Aliyah Karawang, mengatakan, masjid ini mampu menampung 1.600 jamaah di dalam ruang utama. Kemudian, 300 jamaah bisa tertampung di area payung. Serta, 300 jamaah lainnya bisa tertampung di basement. Ketika musim hujan, jamaah shalat jumat, bisa memanfaatkan basement. “Biasanya, jamaah membludak ketika pelaksanaan shalat jumat, serta shalat Idul Fitri dan Idul Adha,” "