Profil Masjid
Fasilitas Umum
Sarana Ibadah
Tempat Wudhu
Kamar Mandi/WC
Pembangkit Listrik/Genset
Sound System dan Multimedia
Penyejuk Udara/AC
Kantor Sekretariat
Perlengkapan Pengurusan Jenazah
Aula Serba Guna
Toko
Ruang Belajar (TPA/Madrasah)
Gudang
Taman
Parkir
Internet Akses
Perkantoran
Kegiatan
Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
Menyelenggarakan Sholat Jumat
Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam
Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar
Menyelenggarakan Pengajian Rutin
Melaksanakan Bimbingan Mualaf
Melaksanakan Bimbingan Manasik Haji
Fasilitas Ramah Anak
Fasilitas Disabilitas
Jalur Kursi Roda
Monitor Informasi
Kursi Shalat Lansia
Fasilitas Perpustakaan
Sejarah Masjid
Masjid NU Ponorogo ini didirikan KH Hasyim Asyari bersamaan dengan berdirinya PCNU Ponorogo yang menjadi PCNU ke 7 di seluruh Indonesia.
"Berdirinya pada tahun 1930, dalam proses pembangunan memakan waktu 1 tahun, lalu pada 12 April
1931 diresmikan,"
kata Fatchul Azis, Kamis (22/4/2021).
Pembangunan masjid NU Ponorogo langsung ditangani oleh
KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab
Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri.
Mulai dari pemilihan nama, hingga pengukuran arah kiblat.
Lebih lanjut, Fatchul Azis menjelaskan turunnya langsung KH Hasyim Asy'ari ke Ponorogo bukan tanpa sebab.
"KH Hasyim ini sahabat karib KH Ibrahim yang merupakan Ketua PCNU Ponorogo pertama," kata
Fatchul Azis.
Keduanya pernah bersama-sama menjadi santri di Pondok Pesantren Siwalanpanji, Sidoarjo.
Sumbangsih
NU
dalam bidang
pengembangan pendidikan
di Ponorogo
juga sudah nampak dari
pertama berdirinya NU di Bumi Reog.
Sejak dahulu masjid NU ini satu paket dengan komplek pendidikan Ma'arif. Ketika masjid berdiri,
disandingkan disini, berkembang ada
SD Ma'arif, MTS putri, dan
MA putri," lanjutnya. Hingga tahun 2021, Masjid NU Ponorogo sudah tiga kali mengalami perbaikan dan pemugaran.
Yang pertama perbaikan tahun 1950, lalu 1977-79 mengalami perluasan dan 2014-18 dibongkar total
lalu dibangun ulang.
Pada bulan
Ramadan 2021 ini,
masjid
NU
Ponorogo
menyelenggarakan
sejumlah
kegiatan
dan
program untuk memakmurkan masjid.
Ciri khas NU, kita adakan kajian kitab kuning jelang berbuka, lalu kuliah subuh setiap hari, salat tarwih
dengan diimami para huffadz," kata Ketua Bidang Peribadatan Masjid NU Ponorogo, Muqorobin Al-
hafidz.
Pada malam ganjil, Masjid NU juga akan menghidupkan masjid dengan menggelar salat malam.
"Kita sediakan takjil atau buka bersama, namun kita batasi hanya 100 orang mengingat masih Pandemi
Covid-19 harus mematuhi protokol kesehatan,"
pungkasnya