Sejarah Berdirinya Masjid Zainul Abidin
Oleh: Sururin Nafiah, S.Pd.I
(Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Gambiran)
Masjid Zainul Abidin terletak di Dusun Gembolo RT 02 RW 02, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Masjid ini memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan perjuangan para ulama dalam menegakkan syiar Islam di wilayah setempat.
Menurut penuturan KH. Abdur Rokhim, cikal bakal Masjid Zainul Abidin bermula dari sebuah surau kecil beratap daun alang-alang yang didirikan oleh Mbah Yai Imam Kurdi pada tahun 1926. Surau sederhana ini menjadi pusat ibadah sekaligus dakwah Islam bagi warga sekitar. Dua tahun kemudian, tepatnya setelah beliau menunaikan ibadah haji ke Mekkah pada tahun 1928, surau tersebut dimekarkan menjadi masjid. Nama “Zainul Abidin” disematkan sebagai penghormatan atas nama yang diperoleh Mbah Yai Imam Kurdi ketika berada di tanah suci.
Seiring perkembangan zaman, pada tahun 1990 tanah yang menjadi lokasi masjid resmi diubah statusnya dari hak milik menjadi tanah wakaf melalui Kantor Urusan Agama Kecamatan Gambiran. Hal ini menjadi tonggak penting dalam memastikan keberlangsungan fungsi masjid sebagai tempat ibadah umat Islam.
Masjid Zainul Abidin pertama kali mengalami renovasi besar pada tahun 1993–1995, menyesuaikan kebutuhan jamaah yang semakin berkembang. Hingga kini masjid tersebut tetap eksis sebagai pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat.
Pada tahun 2019, masjid kembali direhabilitasi secara total melalui swadaya masyarakat. Meskipun pembangunannya belum rampung sepenuhnya, semangat gotong royong dan kepedulian jamaah serta para donatur terus mengalir. Dari laporan bendahara masjid, tercatat dana pembangunan yang telah terserap mencapai lebih dari Rp1.500.000.000,00. Hal ini menunjukkan besarnya dukungan dan kecintaan masyarakat terhadap keberadaan Masjid Zainul Abidin.
Kini, Masjid Zainul Abidin bukan hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga simbol perjuangan, pengabdian, serta persatuan umat Islam di Desa Purwodadi. Semoga keberadaannya senantiasa membawa keberkahan dan menjadi pusat dakwah Islam yang menumbuhkan generasi beriman dan berakhlak mulia.
Sumber:
KH. Abdur Rokhim
Ditulis oleh: Matrokhim
Disunting oleh: Sururin Nafiah, S.Pd.I (Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Gambiran)