Profil Masjid
Fasilitas Umum
Sarana Ibadah
Tempat Wudhu
Kamar Mandi/WC
Sound System dan Multimedia
Perlengkapan Pengurusan Jenazah
Ruang Belajar (TPA/Madrasah)
Gudang
Taman
Parkir
Kegiatan
Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
Menyelenggarakan Sholat Jumat
Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam
Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar
Menyelenggarakan Pengajian Rutin
Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf
Unit Pengumpul Zakat (UPZ)
Fasilitas Ramah Anak
Fasilitas Disabilitas
Fasilitas Perpustakaan
Sejarah Masjid
Pada zaman setelah merdeka banyak nenek moyang kita yang kesulitan untuk melaksanakan ibadah dengan baik dan husyuk hususnya ibadah sholat. Jangankan Masjid, sholat di rumah saja masih belum dapat dikatakan layak karena masih banyak masyarakat yang memiliki rumah hanya sebatas untuk istirahat (tidur) itu pun terbuat dari bambu. Seiring dengan berjalannya waktu pertumbuhan penduduk juga semakin banyak dan tempat ibadah masih sangat terbatas.
Oleh karena itu sekitar tahun 1925 masyarakat menebang pohon yang rimbun agar terlihat rapi dan asri ternyata dibalik rimbunnya pohon terdapat bangunan tempat ibadah dan terdapat beberapa alat sebagai media dakwah waktu itu. Yang mengejutkan buat masyarakat terdapat tempat wudhu sumur dengan ketinggian air atas permukaan tanah sehingga waktu wudhu masyarakat tidak perlu menimbah atau mengggunakan pompa air agar bisa mengalir. Masyarakat sepakat untuk menjadikan bangunan tersebut sebagai tempat Ibadah dengan nama "Tiban Baiturrahman", pada Tahun 1950 digunakan sebagia tempat Sholat Jum'at karena di Kecamatan Cerme belum ada Masjid yang layak untuk menampung Jam'ah Sholat Jum'at dengan seiring waktu pembangunan Masjid Tiban Baiturrahman sedikit melambat, di Tahun 1990 didirikan Masjid Jam'i Darussalam sebagai Masjid Kecamatan Cerme, sehingga Masjid Tiban Baiturrahman ditinggalkan dijadiakan tempat ibadah lima waktu saja dan tidak ada Sholat Jum'at lagi, akan tetapi masyarakat Cerme Kidul (kampung wetan) melakukan renovasi total di Tahun 2000 lebih luas dan nyaman yang di motori oleh tokoh masyarakat dan tokoh ulama bahwa dalam pembangunan sekalian dijadikan yang lebih besar. Seiringnya waktu jumlah penduduk Cerme Kidul (kampung wetan) bertambah. Alhamdulillah apa yang diprediksi oleh tokoh masyarakat dan tokoh ulama menjadi kenyataan pada Tahun 2020 Masjid Tiban Baiturrahman digunakan sebagai tempat sholat Jum'at karena Masjid Darussalam tidak lagi menampung Jam'ah dari masyarakat kampung wetan dan kampung kulan oleh sebab itu kami diijikan untuk menggadakan Sholat Jum'at.
Oleh sebab itu kami mengajukan ID Masjid sebagai mana tempat ibadah memiliki pengakuan dari Lembaga terkait yang menaungi tempat ibadah. Tentu menaruh harapan yang sangat besar agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan husyuk sehingga dapat melaksanakan agamanya dengan Baiturrahman.