Profil Masjid
Fasilitas Umum
Sarana Ibadah
Tempat Wudhu
Kamar Mandi/WC
Pembangkit Listrik/Genset
Sound System dan Multimedia
Penyejuk Udara/AC
Kantor Sekretariat
Ruang Belajar (TPA/Madrasah)
Tempat Penitipan Sepatu/Sandal
Gudang
Parkir
Kegiatan
Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
Menyelenggarakan Sholat Jumat
Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam
Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar
Menyelenggarakan Pengajian Rutin
Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf
Fasilitas Ramah Anak
Fasilitas Disabilitas
Fasilitas Perpustakaan
Sejarah Masjid
Masjid Al-Falah adalah masjid tertua yang ada di Wilayah Desa Melirang. Masjid ini didirikan pada tahun 1926 M di Dusun Pereng Wetan Desa Melirang Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Awal amula berdirinya masjid didasari oleh niatan sesepuh dusun yang mencari kiyai/ulama' agar mau bertempat tinggal di dusun dan mengajarkan ngaji/ilmu agama pada masyarakat setempat. Sesepuh dusun. berencana akan memberikan hadiah tanah untuk didirikan rumah pondok untuk tempat mengaji bagi siapa saja nanti untuk kiyai yang bersedia. Setelah beberapa lama, akhirnya ada seorang kiyai yang berasal dari Desa Jajar Lamongan yang Bernama Kiyai Sukri. Beliau bersedia tinggal dan mau mengajar mengaji di dusun tersebut.
Pamong dusun memberikan tanah atas wakaf dari seorang tokoh dusun yaitu Wak Genduk. Wak Genduk ini memiliki tanah yang konon menurut orang setempat beristilah tempat "Jalmo moto jalmo mati". Tidak ada orang yang berani menggarap tanah atau mendirikan bangunan di tempat itu karena keangkerannya.
Kiyai Sukri dan istrinya membangun rumah pondok di tanah pemberian itu untuk mengaji dan juga mendirikan masjid sederhana. Masjid sederhana berdinding bilahan kayu itulah yang sehari-hari dijadikan tempat ibadah terutama salat Jumat, baik dari daerah Dusun Pereng Wetan maupun dari dusun lain termasuk Dusun Pereng Kulon, Grogol, Abar-abir, Raci Wetan dan Raci Delanyar.
Setelah beberapa tahun, masjid yang didirikan itu sempat mengalami dua kali pemugaran. Pemugaran pertama pada masa Kasun Mariyamin dengan Takmir Masjid Modin Gampang, Modin Atqon, Modin Jali, Modin Mansur. Sedangkan pemugaran kedua terjadi pada masa pemerintahan Kasun H. Su'udi dengan Takmir Modin Madalil, Modin Rukhan, dan Mudin H. Sawari (sampai sekarang).