Profil Masjid
Fasilitas Umum
Sarana Ibadah
Tempat Wudhu
Kamar Mandi/WC
Pembangkit Listrik/Genset
Sound System dan Multimedia
Penyejuk Udara/AC
Kantor Sekretariat
Perpustakaan
Koperasi
Aula Serba Guna
Ruang Belajar (TPA/Madrasah)
Gudang
Taman
Parkir
Kegiatan
Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
Menyelenggarakan Sholat Jumat
Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam
Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar
Menyelenggarakan Pengajian Rutin
Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf
Unit Pengumpul Zakat (UPZ)
Fasilitas Ramah Anak
Fasilitas Disabilitas
Fasilitas Perpustakaan
Sejarah Masjid
Masjid Al Ikhlash Desa Sidowungu didirikan oleh seorang Ulama' Desa Sidowungu bernama : KH.
Thohir, berdiri pada tahun 1947. Tanah Masjid ini berasal dari Wakaf seorang Ibu Soembrug B. Untung
yang biasa dipanggil Ibu. Hj. Bawon (Isteri KH. Thohir) dengan Luas: 1.250 m2 / (50mx25m). Bahan
bangunan dari kayu dan berlantai gedek (anyaman bambu). Bentuk bangunan persegi empat dan menara
berbentuk piramid, yang disanggah oleh 4 tiang besar dan berbentuk bulat. Dindingnya dari bahan
anyaman bambu (gedek). Tempat wudhu menggunakan kolam yang cukup luas, berada di sebelah utara
masjid, kolam itu dibagi menjadi dua bagian, sebagian untuk berwudhu dan sebagian untuk mandi. Satus
tanah masih berbentuk petok.
Masjid Al Ikhlash mengalami beberapa renovasi antara lain :
Renovasi I ( Tahun 1965)
Semula bahan bangunan berasal dari bambu menjadi kayu jati semuanya. Bentuk bangunan persegi
empat dan menara tetap seperti semula, 4 tiang penyanggah di tengan-tengah bangunan masjid tersebut,
direnovasi yang dulunya bulat menjadi bentuk balok. Dinding keliling dari papan jati semuanya, Lantai
masjid terbuat dari papan jati dengan posisi di atas angkringan yang dilandasi batu beton (ganjel) setinggi
IM. Tempat mandi dan wudhu masih tetap seperti dulu.
Renovasi II. (Tahun 1980)
Renovasi ke 2, Ta'mir masjid berupaya mengadakan perluasan tanah dengan membeli tanah dibelakang
masjid dari seorang bernama: Mi'an bin Tomo, dengan ukuran lebar : 5 m dan panjang : 50 m, Luas =
250 m2, sekaligus renovasi perluasan bangunan masjid. Bahan bangunan dari kayu jati direhab menjadi
bangunan beton. Bentuk bangunan persegi empat dan 1 buah menara setengah lingkaran dengan bahan
dari besi dan aluminium dengan Luas 1.500m2. Bangunan tidak menggunakan tiang penyanggah namun
sudah menggunakan balok gantung. Dindingnya dari bahan tembok, lantai masjid terdiri dari tegel.
Tempat mandi dan wudhu masih tetap seperti dulu.
Renovasi III (Tahun 2010)
Renovasi ke-3 ini masjid dipugar total serta diadakan pengurugan kolam disebelah utara masjid untuk
digunakan perluasan gedung masjid. Bentuk Masjid ini menggunakan gambar dari seorang arsitek yang
terletak sebidang tanah dengan luas 1.500 m2 dengan lantai 2. Sumber dana adalah murni swadaya
masyarakat. Biaya yang dikeluarkan sekitar 8 milyar.