Masjid Baiturrahmah yang berdiri di Nagari Campago Selatan merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan yang memiliki nilai sejarah dan sosial yang penting bagi masyarakat sekitarnya. Masjid ini tidak serta-merta berdiri seperti sekarang, melainkan melalui proses panjang yang berawal dari sebuah mushala sederhana yang dibangun atas dasar kebutuhan ibadah masyarakat setempat.
Pada awalnya, Masjid Baiturrahmah hanyalah sebuah mushala kecil yang digunakan oleh warga sekitar untuk melaksanakan salat lima waktu, pengajian, serta kegiatan keagamaan lainnya. Mushala tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat. Dalam kondisi sederhana, mushala ini telah menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Seiring berjalannya waktu, jumlah jamaah yang memanfaatkan mushala tersebut terus mengalami peningkatan. Pertambahan penduduk serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ibadah berjamaah menjadikan mushala tersebut semakin ramai, terutama pada waktu salat Jumat, bulan Ramadan, dan peringatan hari-hari besar Islam. Kondisi mushala yang terbatas, baik dari segi ukuran maupun fasilitas, mulai dirasakan tidak lagi mampu menampung jumlah jamaah yang terus bertambah.
Selain itu, faktor penting lainnya yang mendorong perubahan mushala menjadi masjid adalah didirikannya sebuah sekolah perikanan di dekat lokasi mushala. Kehadiran sekolah tersebut membawa dampak positif bagi kehidupan keagamaan di lingkungan sekitar. Para siswa, tenaga pendidik, dan masyarakat pendatang yang berada di kawasan tersebut turut memanfaatkan mushala sebagai tempat beribadah. Hal ini menyebabkan aktivitas keagamaan semakin meningkat dan kebutuhan akan sarana ibadah yang lebih representatif menjadi semakin mendesak.
Melihat kondisi tersebut, tokoh masyarakat, alim ulama, pengurus mushala, serta masyarakat Nagari Campago Selatan bermusyawarah untuk mencari solusi terbaik. Dari hasil musyawarah tersebut, disepakati bahwa mushala yang ada perlu ditingkatkan statusnya menjadi masjid. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan agar dapat menampung jamaah lebih banyak serta memungkinkan pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan yang lebih lengkap, termasuk salat Jumat.
Dengan semangat kebersamaan, mushala tersebut kemudian direnovasi dan ditingkatkan fungsinya menjadi masjid tanpa menghilangkan nilai sejarah yang telah ada. Nama **Baiturrahmah**, yang berarti “Rumah Rahmat”, tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah awal berdirinya serta harapan agar masjid ini senantiasa menjadi tempat turunnya rahmat dan keberkahan bagi seluruh jamaah dan masyarakat sekitar.
Kini, Masjid Baiturrahmah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan di Nagari Campago Selatan. Masjid ini menjadi saksi perkembangan kehidupan beragama masyarakat, sekaligus simbol persatuan, gotong royong, dan komitmen bersama dalam memakmurkan rumah Allah dari masa ke masa.
Tertanda
Narasumber
Awalludin Tk. Bagindo, S.Pd.I