Profil Masjid
Fasilitas Umum
Sarana Ibadah
Tempat Wudhu
Kamar Mandi/WC
Sound System dan Multimedia
Kantor Sekretariat
Koperasi
Mobil Ambulance
Perlengkapan Pengurusan Jenazah
Toko
Ruang Belajar (TPA/Madrasah)
Tempat Penitipan Sepatu/Sandal
Gudang
Parkir
Internet Akses
Kegiatan
Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
Menyelenggarakan Sholat Jumat
Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam
Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar
Menyelenggarakan Pengajian Rutin
Menyelenggarakan kegiatan sosial ekonomi (koperasi masjid)
Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf
Unit Pengumpul Zakat (UPZ)
Fasilitas Ramah Anak
Fasilitas Disabilitas
Kursi Shalat Lansia
Fasilitas Perpustakaan
Sejarah Masjid
LATAR BELAKANG
SEJARAH
1.1.
Dasar Pemikiran
Yang melatar
belakangi berdirinya Masjid Sabiilus Salam adalah Masjid Sabiilus Salam
pada awal mulanya merupakan sarana ibadah yang diperuntukkan bagi
karyawan PTPN 23 yang bertempat tinggal/menempati rumah di komplek perumahan
PTPN 23, wilayah Taman Intan Nginden. (Jl. Nginden Intan Timur XIV/2-4). Seiring
dengan perkembangan tingkat hunian perumahan yang semakin padat, jumlah jamaah
Masjid kian hari kian banyak, apalagi pada saat Sholat Jum'at dan Sholat-sholat
hari Rayabaik iedul fitri maupun iedul Qurban. Kapasitas daya tampung
jamaah dirasakan mulai tidak memadai.
Dengan semakin
berkembangnya pembangunan perumahan oleh pengembang (PT.Ready Indah),
keberadaan Masjid yang lokasinya memang sudah tertutup oleh bangunan rumah-rumah,
semakin tidak nampak dari jalan raya Nginden Intan. Kondisi kapasitas daya
tampung yang dirasakan mulai sesak, diperparah oleh datangnya banjir ketika
musim penghujan tiba, lokasi sekitar masjid digenangi air bahkan air genangannya
sempat masuk kedalam masjid membasahi semua barang-barang yang ada
didalamnya termasukhamparan karpetnya.
Ketika situasi dan
kondisi menjelang dan sampai pasca krisis tahun 1998, terjadi fenomena
berdirinya bangunan- bangunan rumah ilegal disepanjang stren kali Jagir dari
Barat sampai ke Timur yang kebetulan berbatasan dengan areal perumahan Taman
Intan, yang terkesan adanya pembiaran, maka Jamaah masjid Sabiilus Salam
mulai resah dan kawatir jangan-jangan lahan kosong yang bersebelahan
dengan masjid (sekarang Jl. Raya Nginden Intan No.30), tanpa diketahui
jamaah status kepemilikannya oleh siapa, tahu-tahu berdiri bangunan
apakah itu hotel, ruko dan sejenisnya atau bangunan lain yang ilegal, maka
nasib Masjid Sabilus Salam semakin tidak tampak karena tertutup oleh bangunan,
dan semakin tenggelam ketika datang banjir dimusim penghujan.
Dari rasa
keprihatinan dan kekhawatiran itu jamaah semakin intens dan serius berandai-andai
agar Masjid yang ada bisa digeser kelokasi lahan kosong tersebut. Dari sinilah
sebagian jamaah berbagi tugas untuk mencari informasi tentang status
kepemilikan lahan, yang akhirnya didapatkan informasi akurat bahwa
kepemilikannya sudah diserahkan ke Pemkot Surabaya sebagai jalur
hijau/fasilitas umum.
Sebelum
merealisasi pembangunan Masjid terlebih dulu Jamaah Masjid sepakat membentuk
Sebuah organisasi Yayasan dengan nama Yayasan Sabiilus Salam,
dengan Akte pendirian No. 10, tanggal 21 Pebruari 2001. Dimana tujuan
pokok dari pendirian Yayasan ini adalah merealisasi terwujudnya
pembangunan Masjid dilahan yang kosong. Oleh karena itu Yayasan
mengajukan surat permohonan kepada Walikota Surabaya untuk merubah
peruntukan lahan kosong yang dimaksud menjadi fasilitas Umum sekaligus memohon
perijinan untuk di dirikan/Pembangunan Masjid (surat No.22/YSS/V/2001, tanggal
28 Juni 2001). Alhamdulilah permohonan tersebut dikabulkan oleh Pemerintah
Kota Surabaya dengan diterbitkannya surat No.593/2597/402.4.22/2001,
dan surat No.593/2599/402.4.22/2001, tanggal 17 September
2001.
Dengan
Akta pendirian Yayasan oleh Notaris Sartono, SH No. 10, tanggal 21.02 2001 belum
sempat didaftarkan ke Kemenkum & Ham RI.), Yayasan membentuk Kepanitiaan Pembangunan
Masjid dengan SK No. 2/Y SS/VI2001, tanggal 11 Mei 2001. Atas dasar tahapan
demi tahapan Panitia memulai kegiatan dari perijinan, penggalangan dana dari Donatur
baik pribadi, Instansi baik Instansi Pemerintah maupun Swasta. Dengan didorong
semangat yang tinggi dan cita-Cita mulia serta kekompakan, kesabaran dari semua
pihak khususnya anggota Panitia Pembangunan Masjid, akhirnya Alloh ridho mengabulkan
usaha pembangunan masjid meski berlangsung kurang lebih selama 5(lima) tahun jadilah
masjid baru yang lebih representatif dilokasi lahan yang tadinya kosong hingga
sampai sekarang.
Dengan
euforia kegembiraan dan rasa syukur, maka peresmian masjid yang baru dimeriahkan
dengan mengadakan Pekan Aktivitas Peresmian Masjid Sabiilus Salam pada tanggal
20 s/d. 27 Mei 2006, sambil menyambut hari jadi kota Surabaya ke 713 tahun2006,
dengan berbagai aktivitas antara lain:
(1) Donor darah
dan khitanan massal
(2) Jalan sehat
keluarga dan Pengobatan Gratis
(3) Lomba
kreativitas anak berbakat
(4) Festifal
?nusik Sholawat
(5) Pameran
produk-Bazar Umum & Pasar murah Keluarga miskin
(6) Loka Karya
Pengelola Panti asuhan & Yayasan Penyantun Anak Yatim
(7)
Ceramah Umum & Persmian Masjid Sabiilus Salam oleh Gubenur Jawa Timur.
Seiring
dengan perjalanan waktu, tepatnya pada tanggal 1 April 2008 Anggaran Dasar Yayasan
Sabiilus Salam yang pernah didirikan dengan Akta pendirian oleh NotarisSartono,
SH, nomor 10, tanggal 21 Pebruari 2001, diadakan pendirian ulang oleh NotarisTatang
Taryana, SH dengan No Akte 1, tanggal 1 April 2008, yang kemudian didaftarkan di
Kementerian Hukum & Ham RI, dengan no pendaftaran 5014090235 100116,
tanggal 2 September 2014, dan mendapatkan pengesahan berbadan hukum nomor AHU-
05308.50.10.2014, tanggal 03 September 2014.
Dengan
berakhirnya periode kepengurusan, maka kepengurusan periode 2020 s/d. 2025 sebagaimana
tertuang dalam Akte Perubahan dari Notaris Tatang Taryana, SH. Nomor 05,
tanggal 4 Desember 2020.
1.2.
Visi
Menjadikan
masjid sebagai basic segala aktivitas dibidang agama khususnya dibidang lembaga
Dakwah
yang unggul, pendidikan, sosial, dan ekonomi.
1.3
Misi
a)
Menyelenggarakan sarana ibadah yang aman, nyaman, daan dirindukan
b) Menjadikan
masjid sebagai pusat kegiatan dakwah
c)
Menyelenggarakan pendidikan formal dan non formal yang profesional
d) Memberdayakan
jamaah sebagai tulang punggung Yayasan
e)
Menyelenggarakan aktivitas sosial untuk kemaslahatan umat
1.4.
Strategi
a). Menerapkan
dengan konsisten program protokol Kesehatan Jogo Masjid
b). Mewujudkan
masjid yang bersih, aman, nyaman, asri, untuk beribadah
c). Secara berkala
mengundang pembicara yang berilmu dan berwawasan luas untuk menambah keimanan
dan wawasan jamaah.
d). Pembinaan
manajemen atau pengelolaannya pada aspek ldaroh/Manajemen, Imaroh/kemakmuran
masjid, dan Ri'ayah/Perawatan dan pengadaan fasilitas.
e). Melaksanakan
kegiatan pencatatan aktivitas & dokumentasi
f).
Mengevaluasi kemajuan serta sejarah perkembangan masjid, sehingga masjid
terawat dengan baik dan selalu bersih
g).
Menyelenggarakan peribadatan terlaksana dengan baik, penjadwalan Kotib dengan
Thema Khutbah yang tersusun, tidak monoton, dan tidak sama dan berulang-ulang.
LANDASAN AKTIVITAS
Didalam AD/ART
Yayasan Sabiilis Salam, Struktur Kepengurusannya setelah Ketua
Umum Yayasan,
Sekretaris, dan Bendahara, membawahi Ketua-Ketua bidang a/l.:
Ketua I bidang
Agama membawahi terselenggaranya pengelolaan masjid yaitu Ketakmiran, disamping
aktivitas keagamaan yang lain.
Oleh sebab itu
Ketakmiran harus taat dan patuh kepada AD/ART Yayasan Sabiilus Salam.
Pengurus
Ketakmiran didalam Yayasan kedudukannya sebagai Pelaksana dibidang Ketakmiran,
yang diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus Yayasan.
Kep. Dirjen Bimas.
Islam, nomor DJ.I1/802, tahun 2014.
PROGRAM KERJA
& PENGEMBANGAN
3.1
Dasar aktivitas program kerja Ketakmiran mengacu dan menyesuaikan dengan
rencana Kerja Yayasan dibidang Keagamaan, antara lain:
Tugas
Trilogi Kemasjidan yang meliputi;
Idaroh adalah kegiatan
pengelolaan yang menyangkut, perencanaan, pengorganisasian, pengadministrasian
dan keuangan, pengawasan dan pelaporan.
Imaroh adalah kegiatan
memakmurkan masjid seperti peribadatan, pendidikan, kegiatan sosial, dan
peringatan hari-hari besar Islam.
Ri'ayah ; adalah kegiatan
pemeliharaan bangunan, peralatan fasilitas, kesehatan lingkungan, keindahan,
dan keamanan masjid juga termasuk penetuan shof sholat berjamaah mengikuti protokol
kesehatan.
3.2
Program Rutin
> Menyelenggarakan
Ibadah Sholat Fardhu
> Penetapan
Imam tetap masjid dan pengaturan jadwalnya
> Menyelenggarakan
Sholat Jum'at serta pengaturan jadwal Khotib Sholat Jum'at
> Menyelenggarakan
kerja bakti setiap Minggu di awal bulan
> Menyelenggarakan
Kajian Fiqih, Tauhid, Kultum Ahad pagi, menyelenggarakan kajian Tilawah/baca
Alqur'an bagi pemula
> Kelompok
kajian tilawah/baca Alqur'an khusus ibu-ibu
> Qotmil Qur'an
(Khataman) setiap hari Minggu di akhir bu?an mulai sehabis sholat Subuh s/d
selesai.
3.3
Program Tahunan
> Menyelenggaraan
Peringatan Isro' Mi'roj
> Menyelenggarakan
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
> Menyelenggarakan
Sholat Taraweh di bulan Romadhon secara berjamaah
> Menyelenggarakan
Sholat Iedulfitri
> Menyelenggarakan
Sholat ledul Adha
> Bersifat
insidentil mengadakan kunjungan religi sambil study banding ke masjid lain
> Menyambut
tahun baru hijriyah dengan kegiatan qotmil Qur'an
3.4. Program
Pengembangan
Ø >Menyelenggarakan pembelajaran Tahsinul Qur'an bi tartil
>Menyelenggarakan
Pembacaan Yasin, tahlil dan Istighozah secara berjamaah
>Maintenance
gedung masjid dengan pengecatan, perbaikan-perbaikan gedung yang rusak bocor,
servis dan perbaikan AC dan atau
>Penggantian
lampu, penggantian peralatan electric seperti Speaker/Sound
>Penambahan
fasilitas Ibadah dan peralatan pendukung yang lain.
PENUTUP
Demikian
kurang lebihnya dari gambaran tertulis secara garis besarnya, mudah-mudahan
dapat memberikan informasi tentang masjid Sabiillus Salam Surabaya, Dengan
harapan tentunya disamping masjid sebagai sarana ibadah, juga merupakan asset
kekayaan daerah khususnya wilayah Kota Surabaya yang multi dimensi dengan
masyarakat yang majemuk dan religius hidup berdampingan penuh toleransi
keagamaan.
Wallohu
a'lam bishowab, Wassalamu' alaikum warrokhmatullohi wabarokaatuh.
Ketua
Ta’mir
ttd
Abdurrokhim