Musholla Al Muallafin merupakan salah satu pusat kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan masyarakat Muslim di Dusun Lae Mbara, Desa Perolihen, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe. Musholla ini berdiri pada tahun 2012, berangkat dari semangat kebersamaan dan kebutuhan masyarakat akan sarana ibadah yang dekat, layak, dan menenangkan jiwa.
Sebelum berdirinya Musholla Al Muallafin, masyarakat Muslim di Dusun Lae Mbara melaksanakan ibadah secara terbatas, baik di rumah-rumah warga maupun dengan menempuh jarak yang cukup jauh menuju tempat ibadah terdekat. Kondisi tersebut menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya memiliki sebuah musholla yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat pembinaan iman, ukhuwah, dan akhlak.
Atas kehendak Allah SWT dan didorong oleh niat tulus untuk kemaslahatan umat, salah seorang warga masyarakat, Ernawati Kesogihen, mewakafkan sebidang tanah miliknya untuk kepentingan ibadah. Wakaf tanah tersebut menjadi tonggak awal berdirinya Musholla Al Muallafin. Dengan semangat gotong royong, masyarakat secara bersama-sama mulai merintis pembangunan musholla, baik melalui tenaga, pikiran, maupun sumbangan materi sesuai kemampuan masing-masing.
Nama “Al Muallafin” dipilih dengan penuh makna. Musholla ini diharapkan menjadi tempat yang ramah, terbuka, dan menenteramkan, khususnya bagi para muallaf dan masyarakat yang sedang belajar memperdalam ajaran Islam. Musholla Al Muallafin tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai simbol hidayah, penerimaan, dan persaudaraan dalam Islam.
Seiring berjalannya waktu, Musholla Al Muallafin berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Selain digunakan untuk shalat lima waktu dan shalat berjamaah, musholla ini juga menjadi tempat pengajian, pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak, majelis taklim, serta kegiatan keagamaan lainnya. Musholla ini turut berperan dalam membentuk karakter religius masyarakat dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Keberadaan Musholla Al Muallafin hingga saat ini menjadi bukti nyata bahwa sebuah amal yang dilandasi keikhlasan, seperti wakaf tanah dan kerja sama masyarakat, dapat melahirkan manfaat jangka panjang. Musholla ini bukan hanya menjadi tempat bersujud kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi saksi sejarah perjalanan spiritual masyarakat Dusun Lae Mbara dari masa ke masa.
Dengan segala keterbatasan dan kesederhanaannya, Musholla Al Muallafin tetap berdiri kokoh sebagai cahaya iman, harapan, dan persatuan umat Islam di Desa Perolihen. Semoga musholla ini senantiasa diberkahi, dirawat, dan dimakmurkan oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang.