Profil Mushalla
Luas Tanah
591 m2
Status Tanah
Hibah
Luas Bangunan
64 m2
Daya Tampung Jamaah
50
Fasilitas
Sarana Ibadah
Tempat Wudhu
Kamar Mandi/WC
Sound System dan Multimedia
Ruang Belajar (TPA/Madrasah)
Gudang
Parkir
Internet Akses
Kegiatan
Sejarah Mushalla
SEJARAH BERDIRINYA LANGGAR BAITUL JAMI
Pada awal tahun 2013 berkumpul beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama di Jalan Pemandian RT.23 Kelurahan Sangasanga Dalam Kecamatan Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara yang dipelopori oleh H. SUROSO dan beberapa tokoh lain, berkumpulnya mereka hendak mendirikan rumah ibadah Musholla atau Langgar di lingkungan RT.23 yang pada saat itu belum mempunyai rumah ibadah untuk umat Islam, sedang di lingkungan mereka sudah berdiri 2 rumah ibadah lain dari umat Kristiani.
H. SUROSO menghibahkan sebidang tanah dengan luas kurang lebih 591,3 m² (lima ratus sembilan puluh satu koma tiga meter persegi) yang berada di simpang tiga Jalan Pemandian RT.23, kemudian atas hibah tersebut dibangun sebuah musholla dengan ukuran 8 x 8 meter, bangunan sederhana yang dibangun dengan swadaya masyarakat sekitar, beberapa donatur.
Musholla ini selesai kurang lebih di akhir tahun 2013, dan diberi nama Langgar BAITUL JAMI, artinya rumah kebersamaan, kemudian terjadi beberapa tambahan bangunan yakni toilet, tempat wudhu, rumah imam dan pagar keliling musholla, hasil dari swadaya masyarakat.
Langgar BAITUL JAMI benar-benar menjadi simbol kebersamaan dan toleransi antar umat beragama, sejak berdirinya sampai saat ini selalu:
• Menjaga aktivitas ibadah dengan memperhatikan penghormatan terhadap umat agama lain.
• Menjadi tempat berkumpul masyarakat RT.23 untuk urung rembug, membahas masalah dan mencari solusi bersama kondisi di masyarakat.
• Menjaga kondisifitas lingkungan dengan membangun toleransi dengan batasan-batasan norma agama masing-masing.